Rabu, 10 Februari 2016

She.

Aku suka bermain dengan secarik kertas dan sebuah pena. 
Hanya kami bertiga saja. 
Lalu Tuhan menjadi saksinya. 


----
"You have to get hurt. Because that’s how you learn."
  
Dia yang tawanya paling keras dan tersenyum paling lebar diantara semuanya adalah dia yang setiap harinya menyembunyikan ketakutan, rasa sakit dan air matanya dengan senyum, tawa dan cekikikan itu. Dia menghabiskan malamnya dengan mendengarkan musik. Dimana setiap lirik yang ada, mencerminkan rasanya. Dan kemudian mengakhirinya dengan berteriak dan menangis dibawah bantalnya. Karna orang lain tak pernah mendengarkannya. Dia yang memiliki begitu banyak kesalahan yang melahirkan penyesalan demi penyesalan yang selalu menghantui disetiap malam sebelum tidurnya. Adalah dia yang berjuang dipertempuran terberat. But then she fake it. Because she decided that she’s not going to let anything hold her down, she’s showing the world who’s the boss.
---



Naz.