Jumat, 13 Mei 2016

Senja, Friday The 13th.

Aku suka bermain dengan secarik kertas dan sebuah pena. 
Hanya kami bertiga saja. 
Lalu Tuhan menjadi saksinya. 


----

Diiringi alunan musik Adelle jari-jari tanganku mulai mengetik kata demi kata yang ingin kukatakan padamu. Kamu yang selalu membuat bingung akal sehatku dengan hadirnya pemikiran tentang dirimu disetiap waktu luang dan sibukku. Seperti saat ini, aku mulai mencari-cari alasan untuk tak memikirkanmu. Tapi seperti biasanya, tak bisa. Tak dapat kutemukan. Kamu, apa yang telah kamu lakukan padaku? Mengapa, mengapa harus kamu yang membuatku kebingungan seperti ini. Kenapa hanya kamu..

Langit senja diluar sana, seketika mengelam pekat tertutupi awan hitam. Tepat pada detik-detik aku ingin lenyapkan kamu dari fikiranku. Dan entah kenapa, hatiku tak suka. Dia memberontak. Kenapa.. Aku tak mengerti. Bagaimana bisa, rasa ini menguasai hatiku seperti ini. Bukankah aku telah mengunci pintu hatiku rapat-rapat untuk rasa ini? Aku tak ingat jika aku telah melakukan kecerobohan. Kurasa aku sudah berhati-hati. Kurasa aku sudah sangat berhati-hati dalam hal ini. Lalu bagaimana bisa? Kamu.. Apa kamu sekuat itu, hingga dapat mendobrak pintu ini. Apa ini akhir dari segala usahaku. Apakah, ini saat yang tepat bagi hati yang pernah terluka tuk memeluk rasa...

Ah, tidak. Cukup. Aku lelah.

Naz.

0 komentar:

Posting Komentar