Aku suka bermain dengan secarik kertas dan sebuah pena.
Hanya kami bertiga saja.
Lalu Tuhan menjadi saksinya.
----
Bagiku menulis adalah dunia.
Duniaku.
Aku yang awalnya hanya suka membaca dan membaca karya mereka
yang tak dapat kusebut satu persatu namanya
kemudian terfikirkan sebuah tanya,
"Mengapa tak kau tulis sendiri saja?"
setiap kali hatiku berkata ada yang salah dengan tulisan ini
atau
akan lebih bagus jika ditulis dalam versi yang seperti ini..
Lebih menarik.
Lalu disinilah aku.
Dengan secarik kertas dan sebuah pena.
Dan Tuhan menjadi saksinya.
Menulis.
Menulis apapun yang ada difikiranku saat ini.
Jika kau bertanya tentang apa yang kutulis sekarang,
aku hanya bisa menjawab, "Aku tidak tahu."
Aku hanya menulis apa yang ada difikiranku saat ini.
Karna pada awalnya aku pun tak tahu apa yang harus ku tulis.
Tapi rasa ini sangat kuat.
Aku ingin menulis.
Maka disinilah aku.
Dengan secarik kertas dan sebuah pena.
Lalu Tuhan menjadi saksinya.
Karna Bang Darwis pernah berkata,
"Tulis saja apapun yang ada difikiranmu dek. Tulis saja.
Sekalipun kamu tidak tahu mau menulis apa, tulis saja.
Nanti juga akan menjadi sebuah tulisan dengan sendirinya.
Yang penting tetap berlatih.
Latihan, latihan dan latihan."
Lalu disinilah aku.
Dengan secarik kertas dan sebuah pena.
Dan Tuhan menjadi saksinya.
Menulis.
Menulis apapun yang ada difikiranku.
---
Naz.


0 komentar:
Posting Komentar