Aku suka bermain dengan secarik kertas dan sebuah pena.
Hanya kami bertiga saja.
Lalu Tuhan menjadi saksinya.
----
Aku tahu ini gila.
Menulis hal
seperti ini seolah kau sedang membacanya.
Aku
hanya....
Aku hanya
tak dapat menahan semua hal ini –lagi!
This shit is
running in my head.
Aku
mencintaimu.
Tak tahu
sejak kapan rasa ini memeluk hatiku.
Aku
mencintaimu.
Tapi kau tak
peduli.
Hingga
kuputuskan tuk menjauh darimu.
Bukan
bermaksud tuk enyahkan rasa ini.
Tidak.
Tapi kuingin
mengetahui arti hadirku bagimu.
Dan kudapati
kau masih tak peduli.
Hingga Tuhan
pertemukan aku dan dia.
Dia yang
mencintaiku.
Dia yang
membuatku mengetahui bagaimana rasanya diinginkan.
Rasanya dicintai.
Dan dihargai.
Tapi aku
sadar hubungan ini tak ‘kan bertahan lama.
Karna jauh
di dalam lubuk hatiku, masih ada kamu.
Dan hatiku
menolak siapapun
yang berusaha menggantikan posisimu, di hatiku.
yang berusaha menggantikan posisimu, di hatiku.
Aku
mencintaimu.
Aku
mencintaimu dengan sederhana.
Sampai kini
pun masih.
Walau ku
fikir tak mungkin, but I do.
Aku masih
mencintaimu.
Mencintamu
dengan sangat.
I always
pretend that I don’t want you.
Aku tidak
merindukanmu.
But all
these lies have showed me
bahwa aku
merindukanmu.
Aku sangat
merindukanmu.
---
*8815
Naz.


0 komentar:
Posting Komentar