Rabu, 23 Desember 2015

Sumber Inspirasiku.

Aku suka bermain dengan secarik kertas dan sebuah pena. 
Hanya kami bertiga saja. 
Lalu Tuhan menjadi saksinya. 

----
Kita baru saja bertemu.
Ya, aku tahu itu.
Tapi apakah kau tahu
betapa kau tlah merubah hidupku.

Ketika aku mulai terpuruk.
Jatuh.
Lalu terhimpit rasa kecewa.
Menyerah.
Seperti dongeng,
kau datang kepadaku.
Bukan dengan seekor kuda
atau mahkota besar kerajaan itu
tapi dengan tulisan-tulisanmu.
Ya, hanya dengan tulisanmu.

Kau membangkitkan gairah hidupku.
Kobarkan api semangat yang pernah padam.
Memberi energi kuantum pada kreativitasku.
Kau, sumber inspirasiku.

Terima kasih telah membangunkanku
dari tidur panjang yang sia-sia itu.
Terima kasih telah membantuku
menjalin kembali asa itu.

Terima kasih.
Terima kasih.
Terima kasih.
Sumber inspirasiku.
---


Naz.

0 komentar:

Posting Komentar