Aku suka bermain dengan secarik kertas dan sebuah pena.
Hanya kami bertiga saja.
Lalu Tuhan menjadi saksinya.
----
"Aku ingin kau tahu, ada rindu yang ku titipkan pada bulir hujan di kaca jendela kamarmu."
Rintiknya
mengalunkan rasaku.
Yang berdetak
menyapa kenangan.
Kenangan
tentangmu.
Angin
hujan di awal Februari
Tak henti-henti
menerpa parasku.
Menghembuskan
satu rindu untukmu.
Basah yang membahagiakan.
Layaknya hujan di awal Februari.
Rinduku.
Begitu
deras dan tak tertahankan.
Aku
tersenyum menatap hujan.
Hujan
di awal Februari.
Diam-diam
berharap rindu ini
bukan
hanya aku yang memiliki.
---
Naz



0 komentar:
Posting Komentar