Jumat, 29 Januari 2016

Malam Terakhir.

Aku suka bermain dengan secarik kertas dan sebuah pena. 
Hanya kami bertiga saja. 
Lalu Tuhan menjadi saksinya. 
  
----

Ini, malam terakhir di 2015. Sejujurnya aku ingin menghabiskannya bersamamu. Melewati malam yang walau tanpa bintang, berdua denganmu. Meresapi dinginnya bulir yang satu persatu jatuh atas kuasa Tuhan. Walau tanpa kata namun tetap denganmu. Itu inginku. Biarlah sunyi ditengah keramaian ini menelan kita. Tak apa. Asal berdua, denganmu saja. Sangat cukup rasanya. Karna dibalik kesunyian ini, ada ribuan kata yang bersorak-ria. Ada rasa yang berlari ingin dipelukmu erat. Tapi kucukupkan saja ia, dengan senyum dan merah wajahku yang bersembunyi dibalik pekatnya malam. Ahh... khayalku. Lagi-lagi hanya khayalku saja. Tahukah kamu? Disini aku, merindumu satu.
---

*311215


Naz.

0 komentar:

Posting Komentar